Bung Hatta Award; Menjauhkan Korupsi, Mendekatkan Masyarakat
Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Pemerintah Kota Yogyakarta meraih Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2010.
Penghargaan itu diserahkan Kamis (28/10) ini. Menurut anggota Dewan Juri, Betti Alisjahbana, Senin (4/10), kriteria ditekankan pada reformasi birokrasi. ”Faktor yang dilihat adalah integritas, tindakan nyata, dan membangun sistem layanan publik yang terbuka,” ujarnya.
Joko Widodo dinilai berhasil melakukan reformasi birokrasi. Apa yang dilakukan Jokowi— panggilan akrab Joko Widodo—untuk mencegah dan memberantas korupsi di jajarannya?
Menurut Jokowi, sejak awal dia berupaya memperbaiki, mengubah, dan membenahi sistem. Misalnya, pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) dan perizinan. Jika dulu pengurusan KTP selesai dalam seminggu, bahkan sebulan, kini sejam jadi. Bahkan, tahun depan, ditargetkan selesai dalam tiga menit. ”Untuk apa lagi orang memberi amplop pada petugas jika satu jam saja KTP jadi?” katanya, pekan lalu di Solo, Jawa Tengah.
SM/Bayu G Murti PENGHARGAAN: Wali Kota Solo, Joko Widodo menerima piagam dari Meutia Hatta pada Malam Anugerah Bung Hatta Anti-Corruption Awards di Graha Niaga, Jakarta, semalam. (30)
Wali Kota Solo Joko Widodo meraih penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh yang berperan dalam pemberantasan korupsi. Pria yang akrab disapa Jokowi itu memperoleh Bung Hatta Award Tahun 2010 bersama Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.
Wako Yogyakarta dan Surakarta Raih Bung Hatta Award
Wali Kota Solo Joko Widodo dan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto mendapatkan penghargaan antikorupsi dari perkumpulan Bung Hatta Anti Korupsi Award (Bhaca).
Bhaca merupakan perkumpulan yang memberikan penghargaan terhadap tokoh yang konsisten menegakkan kebijakan antikorupsi. Bhaca telah tiga kali memberikan penghargaan terhadap beberapa inisiator pemberantasan korupsi di lingkungan kerjanya. Jokowi dan Herry Zudianto telah menyisihkan 38 nominator lainnya yang awalnya terpilih masuk jajaran calon peraih penghargaan itu.
Walikota: Penghargaan Anti Corruption mengawal komitmen jajaran pemkot terus berjihad melawan korupsi
Pemerintah Kota Yogyakarta dibawah kepemimpinan Walikota Herry Zudianto meraih penghargaan anti korupsi yaitu Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2010. Penghargaa tersebut disampaikan oleh Meutia Hatta pada Malam Penganugerahan BHACA 2010, Kamis (28/10) bertempat di Financial Hall, Graha Niaga, Jl. Jend Sudirman, Jakarta. Anugerah BHACA diberikan setiap dua tahun sekali ini, diterima Pak HZ dan jajaran pemkot Yogyakarta karena dianggap sebagai tokoh dan lembaga yang konsisten menegakkan kebijakan anti korupsi di lingkungan kerjanya. Hadir mendampingi Walikota adalah Sekda, Kepala Dinas Perizinan, Kepala Inspektorat, Kepala DPDPK,Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, Kabag Organisasi, Camat Jetis dan Lurah Keparakan.
Peraih Bung Hatta Anticorruption Award 2010 ; ''Saya Hanya Pelayan Rakyat''
SM/Sony Wibisono RESMIKAN WAHANA: Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto (tengah) meresmikan salah satu wahana baru di Taman Pintar Yogyakarta, baru-baru ini. (46)
ADA satu kalimat yang sering dilontarkan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto dalam setiap acara yang didatanginya. Baik dalam acara formal maupun ketika ia bertemu langsung dengan warga kalangan bawah.
“Wali Kota itu kan sekadar jabatan. Tetapi, dalam tugas, saya sebenarnya hanya pelayan rakyat,” begitulah kurang lebih pernyataan Herry yang telah menjabat dua periode itu.
Untuk yang ke empat kalinya Anugrah Bung Hatta Anti Corruption (BHACA)digelar. Mengambil tema wilayah di bidang "Reformasi Burokrasi" telah menobatkan dua pemenang dalam kategori ini.
Pengambilan tema reformasi birokrasi diberikan kepada individu instansi pemerintah dan LSM di Indonesia yang memiliki orisinalitas ide atau gagasan tentang reformasi birokrasi serta telah dengan nyata melakukan komunikasi-komunikasi untuk menjauhi adanya sikap-sikap yang mengarah kepada korupsi.
"Bersih dan telah melakukan tindakan nyata untuk mempengaruhi lingkungannya," terang Betti Alisjahbana Ketua Dewan Juri BHACA saat jumpa pers di Restoran Sari Kuring, Jakarta, Senin (04/10/2010).
Adanya BHACA didasari untuk terus berkarya dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, menghargai individu-individu yang berusaha hidup jujur dalam lingkungan dan budaya yang lekat dengan korupsi.
Selama diadakan penjaringan dari Maret-Oktober 2010 telah terjaring sebanyak 38 nominator, yang kemudian dilakukan penelitian untuk diseleksi secara administrasi, penelusuran mendalam untuk merekam setiap aktivitas kebijakan dan inovasi yang dilakukan calon.
Jokowi Sukses Kelola Kota dengan Perubahan Merakyat
Meski baru diberikan secara resmi tanggal 28 Oktober mendatang, namun Jokowi tetap saja bersikap anteng mendengar kabar penghargaan bergengsi itu .
“Sudah diumumkan hari ini (Senin 4/10 -red), namun untuk pemberian penghargaan masih tanggal 28 Oktober. Jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Istilahnya dalam bahasa jawa lha wong durung nompo kok ndisiki ngomong (belum menerima kok sudah berkomentar -red),” ujar Joko Widodo saat ditemui Joglosemar di rumah dinasnya, Lojigandrung, Senin (4/10) malam.